


Reunite

by Victoria Harrow



Category: iCarly
Genre: Friendship, Romance
Language: Indonesian
Status: Completed
Published: 2013-08-12
Updated: 2013-08-12
Packaged: 2013-11-03 14:59:01
Rating: K+
Chapters: 1
Words: 432
Publisher: www.fanfiction.net
Story URL: http://www.fanfiction.net/s/9588405/1/
Author URL: http://www.fanfiction.net/u/3994419/Victoria-Harrow
Summary: Apakah Carly tinggal di Venesia? Sudah empat tahun semenjak kepergian Carly ke Italia mengikuti ayahnya. Kini Freddie menginjak tanah negara itu. Akankah ia bertemu Carly?





	Reunite

**Reunite**

**Disclaimer:**

iCarly © Dan Schneider

Reunite © Victoria Harrow

Foto bukan punya saya

Tidak ada keuntungan material yang saya dapatkan dalam pembuatan fanfic ini

**Warnings:**

Alternate age, mungkin OOC, cheesy, dll

* * *

Freddie menikmati pemandangan kota Venesia dari kamar hotelnya. Ia menatap kebawah, mendapati pantulan tidak jelas dari wajahnya yang dipantulkan oleh sungai dibawah sana. Ia menghela napas. _Apakah Carly tinggal di Venesia? Ia tidak pernah memberitahuku_, batinnya. Sudah empat tahun Carly meninggalkan Seattle. Hari-hari Freddie sesudahnya menjadi hampa. Kepergian Sam ke Los Angeles, kesibukan Spencer sebagai seniman terkenal, dan kesibukan Gibby dengan teman-temannya yang lain membuat Freddie merasa kesepian.

Matahari senja mengundangnya untuk berjalan-jalan di Venesia. Tidak perlu menyewa perahu kecil, berjalan-jalan di jembatan-jembatan batu saja sudah menyenangkan.

* * *

Sungai berubah warna menjadi jingga karena pantulan sinar mentari. Bayangan setiap benda terlihat lebih panjang dari aslinya.

Suara nyanyian para pendayung _gondola_ memantul-mantul di dinding-dinding. Kapan terakhir kali Freddie merasa seperti ini?

Freddie terhanyut suasana hingga ia tidak memperhatikan sekelilingnya.

_BRUK!_

Ia menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.

Buku-buku berserakan disekeliling mereka. Beberapa pejalan kaki lainnya memperhatikan mereka dengan iba. Bahkan beberapa turis asing melontarkan sumpah serapah kepada keduanya karena kecelakaan kecil itu sudah menghambat lalu lintas pejalan kaki di jembatan batu tersebut.

"Maafkan aku!" Suara siapapun-itu-yang-tadi-Freddie-tabrak terdengar familiar di telinganya.

"Tidak apa-apa," jawab Freddie.

"Kau benar-benar tidak apa-apa?" tanya lawan bicara Freddie. Suaranya adalah suara seorang perempuan.

Freddie mendongak. Mendapati seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengannya sedang menatapnya. Perempuan itu menggigit bibir bawahnya.

"Jangan cemas," kata Freddie. Ia meraih beberapa buku yang tadi terjatuh dan mengembalikannya kepada perempuan itu.

Mereka mengambil buku-buku tersebut dengan cekatan. Sesekali, rambut cokelat panjang perempuan itu menggelitik punggung tangan Freddie.

"Dengar, maafkan aku. Aku tidak melihat jalan saat aku berjalan tadi." Gadis itu tersenyum. "Sepertinya kau bukan orang lokal. Turis asing?" tebaknya.

"Iya. Aku kesini untuk menghadiri sebuah konferensi penting," jawab Freddie.

"Oh ya? Konferensi apa?" Mata gadis itu membulat.

"Ah, sesuatu tentang komputer dan semacamnya. Teknologi, kau tahu." Freddie tersenyum.

Gadis itu membalas senyuman Freddie. "Kau mengingatkanku pada temanku yang tinggal di Amerika," kata gadis itu.

"Benarkah?" tanya Freddie. Rambut cokelat panjang gadis itu terayun-ayun naik dan turun saat ia mengangguk pelan.

"Kau sendiri hendak kemana?" Freddie mengangkat sedikit alis kanannya.

"Aku hendak pulang ke rumahku," jawab gadis itu. "Aku pergi dulu, ya."

"Baiklah."

Gadis itu berjalan kearah berlawanan. Tiba-tiba ia membalikkan badannya.

"Siapa namamu?" tanyanya.

"Freddie Benson," jawab Freddie dengan singkat.

Mata gadis itu membulat. Ia menghampiri Freddie lalu memeluknya.

"Masih ingat aku, Freddie? Ini Carly."


End file.
